Laptop dan pekerjaanku ibarat tumbu oleh tutup, kata pepatah Jawa. Saling membutuhkan, sinergi dan begitu melengkapi. Betapa tidak, sebagai editor naskah dan layouter buku, laptop jadi senjata primer dalam berbagai proyek. Termasuk saat menuntaskan sebuah job order beberapa pekan sebelum saya menuliskan blog post ini. Saya mendapat tugas menata isi buku CSR sebuah perusahaan bertema lingkungan. Sungguh gembira karena bisa kembali bermain dengan warna dan tipografi di depan layar. 


Masalah muncul ketika resolusi warna yang tampil di monitor tidak sama dengan yang tampak saat buku akan dicetak. Bahkan saat dibuka di komputer klien pun warna-warna yang mestinya cantik meriah ternyata buluk dan lepas dari konteks. Maka kalibrasi warna mesti dilakukan ulang. Sungguh semua abermula dari laptop afkir yang selama ini saya andalkan. Sudahlah baterai soak dan laptop harus selalu dicolok di outlet listrik, ditambah prosesor yang mulai lemot dan ketajaman layar yang ambigu.


Laptop unggul pebisnis untung


Sampailah pada suatu siang di Surabaya, 27 Agustus 2026 beberapa hari kemarin. Di hotel Morazen di kawasan Gubeng tak jauh dari area wisata Monkasel, saya bersama sejumlah bloger Jawa Timur mendapat kesempatan menjajal ketangguhan laptop rilisan terbaru ASUS, yakni ExpertBook P5 G2 dengan otak moncer AMD Ryzen. Kesan pertama langsung suka, jatuh cinta pada pandangan perdana, haha...


ExpertBook P5 G2 dengan AMD Ryzen, andalan UMKM

"ini laptop yang kubutuhkan, ini senjata yang bakal kuandalkan," ujarku membatin tatkala mendapat giliran mencicipi eksostisnya desain ASUS ExpertBook seri ini dengan layar cihui dan kinerja mengagumkan. Hati makin tergoda lantaran laptop lini business ini memang pilihan pakem buat UMKM sebagai bidang yang saya geluti saat ini. Ya betul, selain menekuni desain grafis saya dan istri juga merintis bisnis kecil-kecilan yakni toko buku bekas yang pamornya terus meroket di medsos. 


Kami berharap bisnis kami akan menjadi UMKM sukses pada gilirannya nanti. Tak harus besar banget, minimal menyokong kebutuhan ekonomi kami dengan dua bocil yang mondok di pesantren dan ke depan berharap bisa membuka kafe buku yang mempekerjakan orang. Jadi bisa berbagi rezeki plus menopang keberlanjutan ekonomi sampai anak-anak mentas melalui bangku kuliah dan meraih impiana mereka.


Laptop ExpertBook P5 G2 (AMD) adalah item wajib untuk dapat memaksimalkan efisiensi kerja karena bagaimana pun juga kami termasuk profesional muda yang sangat hybrid dan merintis sebagai pemimpin bisnis skala kecil berbekal laptop ASUS ini. Dengan bentang layar 14 inci IPS ataupun OLED, laptop yang disupport kecanggihan AI ini akan sangat berguna terutama saya sebagai desainer grafis lantaran visualnya cemerlang, plus terbukti kuat berkat ketahanan standar militer serta keamanan tingkat enterprise. Wuih!

 

Dalam kesempatan gathering bersama rekan media dan blogger siang kemarin, Said Dahda selaku  Technical Public Relations (PR) atau juru bicara teknis untuk ASUS Indonesia, terutama di divisi komersial (commercial/expert series) memberikan pencerahan yang membuat kami makin terperangah dan membutuhkan laptop expertbook yang dipresentasikan.


Said Dahda saat menjelaskan specs dan demo performa ASUS Expertbook P5 G2 (AMD) di Surabaya

Setidaknya ada lima aspek unggul yang dibawa ASUS ExpertBook P5 G2 beserta skenario penggunaan nyatanya dalam keseharian kerja para profesional dan pelaku bisnis sebagaimana ditampilkan oleh Said selama presentasi dan demo langsung, termasuk saat dijatuhkan dari ketinggian tertentu dan tersiram air hingga mengangkat beban mengandalkan laptop ASUS.


Performa Unggul untuk menyambut masa depan


ASUS ExpertBook P5 G2 layak kita lirik sebagai perangkat digital utama sebab dibekali dengan prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 (12 core/24 thread, hingga 5,2GHz, 55 NPU TOPS) untuk varian yang tersedia secara project, sementara unit ritel di Indonesia dipersenjatai dengan AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan akselerasi neural hingga 50 NPU TOPS.

 

Yang bikin kagum, tenaga CPU mencapai 45 watt TDP dioptimalkan untuk alur kerja berbasis AI yang canggih, sehingga memastikan aplikasi berjalan dengan efisiensi dan kecepatan superior untuk multitasking maupun analisis data intensif. Saya memang bukan dara analyst, tapi kecepatan prosesor berbasis AI akan sangat mumpuni untuk mengedit, melayout, dan mencari bahan untuk menulis.

 

Di era serbakompetitif saat ini tugas berat makin banyak dan ukuran berkas yang terus meningkat dari segi ukuran, kebutuhan untuk laptop satset semakin tak terelakkan. Uniknya, ExpertBook P5 G2 besutan ASUS dapat ditingkatkan sampai 96GB RAM DDR5 berkecepatan 5600 MT/s melalui dua slot SO-DIMM, serta hingga 3TB penyimpanan dual-SSD M.2 PCIe® 4.0 lewat dua slot (M.2 2280 dan M.2 2230). 


Kemampuan upgrade tersebut tentunya menawarkan masa pakai produk yang lebih panjang dibandingkan kompetitor yang umumnya tidak menawarkan opsi ekspansi seluas ini. Ini benar-benar solutif buat saya yang butuh menyimpan banyak video mengajar, file layout naskah dengan banyak gambar, dan artikel tulisan yang menjadi ladang kreativitas.

 

Di bagian bawah terdapat barcode untuk mendeteksi jejak karbon laptop


Performa tinggi yang berkelanjutan hingga 45W TDP ini didukung dengan teknologi manajemen termal ASUS ExpertCool, yang secara efisien membuang panas sekaligus meminimalkan suara kipas, menjaga ruang kerja tetap senyap dan produktif bahkan saat beban puncak. 


"Jadi kerja tetap nyaman walaupun laptop dipangku," kata Said Dahda menegaskan betapa laptop ini bisa dipakai pelaku bisnis dan pegiat digital masa kini terutama para penulis yang produktif di mana saja jika tidak menemukan meja.

 

Sebagai contoh, para konsultan keuangan independen perlu menjalankan model spreadsheet berukuran besar, beberapa aplikasi analitik berbasis AI, dan video call klien secara bersamaan sepanjang hari. Dengan RAM dan penyimpanan yang bisa ditingkatkan sendiri, ia tidak perlu membeli laptop baru saat kebutuhan datanya bertambah dua tahun ke depan. Cukup upgrade RAM atau menambah SSD kedua, jauh lebih hemat dibanding mengganti unit.


Kolaborasi AI, satset tanpa worry


ASUS ExpertBook P5 G2 memang dirancang untuk bisa membuka efisiensi kerja lewat fitur AI yang terintegrasi. Ini semua berkat kehadiran ASUS MyExpert, sebuah platform AI terpadu yang fungsinya buat berperan selayaknya asisten cerdas, jadi ya bakal menawarkan fitur penulisan dan surel berbasis AI untuk tugas administratif harian, serta perangkuman hasil rapat otomatis yang mengurangi beban kerja manual.


Terbayang kemudahan bagi para pebisnis, baik besar maupun skala kecil menengah, karena enggak perlu lagi direpotkan oleh printilan seperti menulis teks simple yang waktunya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya.


Desain tipis manis, performa memukau ASUS ExpertBook P5 G2 bikin ngiler

Bagaimana dengan rapat jarak jauh? Tenang, Asus ExpertBook P5 G2 sudah dilengkapi peredam bising berbasis AI untuk menyaring kebisingan latar yang mengganggu agar suara tetap jernih. Adapun kamera web AI dengan resolusi hingga 5MP secara otomatis dapat menyesuaikan pencahayaan dan pembingkaian agar pengguna tetap tampil profesional di setiap panggilan video. Dalam slide presentasi Said menampilkan contoh di mana pebisnis harus mengadakan meeting dan ternyata kamera di laptop dapat menyesuaikan angle pengambilan berdasarkan kehadiran atau hilangnya objek di kamera.

 

Dengan memanfaatkan NPU khusus, laptop ini sepenuhnya mendukung Windows Copilot+ PC, memungkinkan otomatisasi alur kerja, pencarian dokumen yang cepat, dan terjemahan bahasa secara real-time.

 

Dalam penggunaanya, pengguna yang kerap menjalani jadwal rapat maraton dengan klien di berbagai kota dan melakukan meeting dari lounge bandara yang ramai, AI noise-cancelling menjaga suaranya tetap jernih di telinga klien. Usai rapat, ia tinggal meminta ringkasan notulen otomatis alih-alih mengetik ulang catatan, dan saat berkomunikasi dengan mitra dari luar negeri, fitur terjemahan real-time Copilot+ membantunya memahami dokumen berbahasa asing tanpa menunggu tim penerjemah. Hemat dan cerdas ini sih!


Visual mengagumkan 


ASUS ExpertBook P5 G2 menghadirkan layar 14 inci dengan rasio 16:10 dalam dua pilihan panel yakni IPS hingga resolusi 2,5K (WQXGA 2560x1600, 100% sRGB, 400 nits) dengan refresh rate 144Hz untuk pergerakan visual yang sangat mulus, atau panel OLED (WUXGA 1920x1200, DCI-P3 100%, 300 nits) dengan kontras tajam untuk kebutuhan warna presisi.

 

Dilengkapi kamera web hingga 5MP dengan sensor inframerah, layar dan kamera ini dirancang untuk meningkatkan kualitas video conference, tinjauan desain, hingga penelusuran data yang kompleks.

 

Aspek visual sangat penting untuk  pengguna yang setiap hari meninjau materi campaign dan memastikan akurasi warna sebelum dikirim ke klien. Dengan panel OLED yang mendukung DCI-P3, ia bisa melakukan pengecekan warna langsung dari laptop tanpa harus menyalakan monitor eksternal, sementara refresh rate 144Hz pada varian IPS membuat scrolling dashboard data kampanye maupun review video terasa mulus saat rapat dengan tim.


Produktif di mana pun 


Dirancang untuk profesional hybrid, ASUS ExpertBook P5 G2 memiliki bobot mulai 1,27kg sehingga mudah dibawa bepergian antara rumah, kantor, dan lokasi klien. Laptop ini juga memenuhi standar ketahanan militer AS MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan, jatuh, dan aktivitas harian.

 

Untuk mendukung produktivitas tanpa harus dekat colokan listrik, tersedia opsi baterai berkapasitas hingga 70Wh yang mampu bertahan hingga 22,5 jam untuk pemakaian aplikasi office pada umumnya. Konektivitasnya didukung Wi-Fi 7 serta port I/O lengkap, mulai dari USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan RJ45 LAN untuk akses fleksibel ke jaringan kabel, layar eksternal, dan perangkat pendukung lainnya.

 

Sebagai contoh, saya yang sering melakukan perjalanan antarkota (sambang anak di pondok atau liputan) atau orang lain yang mungkin dalam sehari mesti bertemu tiga klien berbeda. Laptop yang ringan dan tahan guncangan membuatnya nyaman dimasukkan ke dalam tas tanpa khawatir rusak saat terguncang di perjalanan, baterai 70Wh cukup untuk bekerja seharian tanpa mencari colokan, dan saat harus presentasi memakai proyektor lawas di kantor klien yang hanya menyediakan port HDMI dan LAN kabel, ia tidak perlu membawa dongle tambahan.

 

Keamanan tingkat tinggi, pebisnis tenang


ASUS ExpertBook P5 G2 melindungi aset bisnis lewat rangkaian keamanan ASUS ExpertGuardian yang berlapis dan mendalam. Fondasi keamanannya mencakup dukungan Windows 11 Secured-core PC dan BIOS yang sesuai standar NIST SP 800-155, dengan komitmen pembaruan firmware selama lima tahun untuk menjaga integritas sistem jangka panjang.


port lengkap dan perlindungan solid, benar-benar worry-free
 

Punya laptop ini, kita sebagai pengguna juga punya kendali lebih besar terhadap privasi lewat pelindung fisik webcam, sensor sidik jari, dan TPM 2.0, yang meningkatkan privasi serta kepatuhan korporat di ruang kerja bersama. Said menegaskan bahwa proteksi biometrik ini tertanam di BIOS laptop, bukan virtual sehingga jauh lebih aman karena terbenam dalam laptop secara fisik tanpa bisa diretas.

 

Sebagai contoh, ada IT manager di sebuah perusahaan distribusi misalnya, yang mengelola puluhan laptop karyawan lapangan yang keluar-masuk gudang dan kantor klien setiap hari. Pengguna seperti ini sangat khawatir jika ada data pelanggan bocor bila unit hilang atau dicuri di perjalanan.

 

Kombinasi TPM 2.0, Secured-core PC, BIOS yang sesuai standar NIST, sensor sidik jari, dan pelindung fisik webcam membuatnya lebih tenang, sementara komitmen pembaruan firmware lima tahun memudahkan tim IT-nya mengelola keamanan seluruh armada perangkat dalam jangka panjang.


Nah, bentuk dukungan ASUS bagi pebisnis UMKM hingga enterprise di Indonesia adalah bahwa ASUS ExpertBook P Series mendapatkan layanan purna jual komprehensif. Mulai dari komitmen layanan 5 business day service, on-site service, full part warranty termasuk baterai dan adapter selama masa garansi laptop, dan garansi hingga 3 tahun dengan layanan storage retention untuk keamanan data pengguna.

 

Makin ngiler dengan ExpertBook P5 G2 besutan ASUS? Yuk, intip specs lengkap ASUS ExpertBook P5 G2 PM5406CGA/PM5406CKA berikut ini. Harganya sepadan dengan manfaat atau fiturnya, bahkan melampaui spektrum kebutuhan yang kita miliki.


OS

Windows 11 Pro / Home 64bit

CPU

Up to AMD Ryzen™AI 9 HX 470 Processor 2.0GHz (24MB Cache, up to 5.2 GHz, 12 cores, 24 Threads) / AMD RyzenAI 7 445 Processor 2.0GHz (8MB Cache, up to 4.6 GHz, 6 cores, 12 threads) / AMD RyzenAI 5 330 Processor 2.0GHz (8MB Cache, up to 4.5 GHz, 4 cores, 8 threads) 

Prosesor modern dengan NPU hingga 55 TOPS dan 3 AI engine untuk pengolahan AI lebih baik serta 45W TDP untuk performa lebih tinggi nan stabil dengan ExpertCool technology.

GPU

AMD Radeon 840M / AMD Radeon 820M 

Grafis terintegrasi (iGPU) berbasis arsitektur RDNA 3.5 yang dirancang untuk laptop tipis dan ringan yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AI seri 300/400. GPU ini sangat andal untuk produktivitas sehari-hari dan cocok untuk bermain game ringan di pengaturan grafis yang disesuaikan.

Memory

16GB DDR5 with 2x SO-DIMM, up to 96GB DDR5 

Menawarkan bandwidth yang tinggi hingga 5600 MT/s untuk sistem yang lebih responsif serta kemampuan upgrade lewat 2 slot RAM untuk skalabilitas jangka panjang.

Storage

Main Slot:
1 x M.2 2280 SSD, up to 2 TB PCIe® 4.0SSD
512 GB/1 TB M.2 PCIe® 4.0 SSD

2nd Slot:
1 x M.2 2230 SSD, up to 1TB PCIe® 4.0 SSD
512 GB M.2 PCIe® 4.0 SSD
 

Penggunaan SSD berkecepatan tinggi untuk performa sistem lebih baik dan juga kemampuan upgrade lewat ketersediaan dua slot M.2 SSD, baik M.2 2280 ataupun M.2 2230. Lebih mumpuni dibanding solusi upgrade lewat slot M.2 serta SATA.

Display

14" WQXGA (2560 x 1600), 16:10, IPS, 100% sRGB, 400nits
14" WUXGA (1920 x 1200), 16:10, OLED, DCI-P3 100%, 300nits
Wide-view, screen-to-body ratio: 86%
 

Pilihan layar OLED bagi profesional yang membutuhkan akurasi warna tingkat tinggi, ataupun IPS dengan 144Hz untuk pengguna yang membutuhkan responsivitas layar yang sangat cepat.

I/O ports

1 x USB 3.2 Gen 2 Type-C® (full function), 1 x USB4® Type-C (full function), 2 x USB 3.2 Gen 1 Type-A  (one support BC1.2), 1 x HDMI® v2.1 TMDS, 1 x Combo audio jack, 1 x Nano Kensington® Lock slot, 1 x LAN (RJ45) port 

Ketersediaan port yang sangat lengkap, baik di sisi kiri dan kanan laptop menawarkan kemudahan untuk pekerja profesional mobile yang tidak ingin membawa dongle, termasuk LAN. Port yang kerap digunakan ditempatkan di sisi kiri agar pengguna yang memakai mouse di sisi kanan tidak terganggu.

Video camera

5MP+IR camera, Webcam Shield / FHD camera, Webcam Shield 

Solusi terbaik di kelasnya untuk para profesinal yang kerap bekerja secara remote dan berkolaborasi secara online dengan kamera web hingga 5MP yang mendukung keamanan infra merah serta pelindung fisik. Fitur ASUS AI Camera akan membawa pengalaman virtual meeting menjadi jauh lebih baik.

Wireless

WiFi 7(802.11be) (Triple band) 2*2 + Bluetooth® 5.4 Wireless Card /

WiFi 6 (802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.4 Wireless Card 

Konektivitas nirkabel yang cepat dan stabil lewat WiFi 7

Audio

2x Speaker with Dirac technology support, 2x Array microphone 

Mendukung speech recognition dan smart AMP serta ASUS AI Noise-Canceling Technology, virtual meeting akan sempurna tanpa diganggu oleh kebisingan dari sekitar.

Weight

Starting at 1.27kg 

Bobot yang relatif ringan untuk laptop dengan performa tinggi, pendinginan yang komprehensif dan TDP hingga 45 watt.

Dimensions

312.7 x 227.1 x 10.43~17.95mm 

Profil lebih tipis dibandingkan dengan produk setara di kelasnya dengan spesifikasi dan kemampuan hardware yang lebih tinggi.

Battery

70Wh, 4 cell Li-Polymer 

Baterai berkapasitas besar untuk penggunaan hingga 22,5 jam untuk aplikasi office pada umumnya.

Security

Nano Kensington® lock slot, Fingerprint sensor, Webcam Privacy Shield, TPM 2.0 

Fitur keamanan komprehensif untuk memastikan data pengguna tidak akan berpindah tangan meskipun perangkat dicuri atau hilang.

Keyboard

Full-size keyboard with 1.5 mm key travel, Backlit, spill-resistant to 66cc

 

Kenyamanan mengetik yang tinggi untuk penggunaan jangka panjang dalam berbagai skenario serta daya tahan yang sangat baik terhadap tumpahan air saat digunakan.

Featured software

MyASUS, AI ExpertMeet, AI Camera with MEP

 

Tools-tools AI komprehensif untuk memperlancar aktivitas sehari-hari para profesional

AC adapter

90W AC Adapter, USB Type-C®

Output: 20V DC, 4.5A, 90W / Input: 100-240V AC, 50/60Hz universal

 

Pengisian cepat dengan adapter berkualitas tinggi, dapat melakukan pengisian hingga 65% dalam waktu 49 menit

Energy efficiency compliance

EPEAT Gold Climate+, ENERGY STAR® 9.0, TCO 10.0, FSC Recycle, WEEE, RoHS, TÜV Rheinland, PCR 27%

 

Komitmen ASUS untuk menghadirkan masa depan yang berkelanjutan dengan produk yang ramah lingkungan.

Price

Rp21.599.000 (PM5406CGA) / Rp19.799.000 (PM5406CKA)

 

ASUS di pasar dunia

    

Sebagai perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia, ASUS membawahi 16.000 lebih karyawan yang tersebar di seluruh dunia, termasuk lebih dari 5.000 profesional di bidang R&D, ASUS memimpin industri teknologi melalui desain serta inovasi canggih untuk menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya.

 

Sebagai bukti dari komitmen terhadap inovasi, desain dan kualitas, ASUS telah memenangkan lebih dari 80.065 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT dari seluruh dunia sejak tahun 2001 lalu. Sebuah hal yang hanya bisa dicapai oleh perusahaan yang memiliki visi dan misi mendalam untuk terus mengejar inovasi terbaik. Dari semua penghargaan yang diterima, banyak di antaranya ditujukan untuk produk tablet dan smartphone ASUS, sebuah bukti nyata komitmen ASUS dalam hal inovasi, desain dan kualitas.

 

Kejutan lain pada tahun 2025, ASUS kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia dengan penguasaan pasar lebih dari 30% sebagimana dituturkan Vanya yang hadir pada hari yang sama. Pencapaian itu juga menandakan bahwa ASUS telah menjadi pemimpin pasar laptop consumer di Indonesia selama lebih dari satu dekade berturut-turut.

 

Kepemimpinan ASUS di pasar laptop consumer Indonesia selama 12 tahun terakhir tidak terlepas dari kualitas produk. ASUS telah menghadirkan banyak sekali inovasi teknologi mulai dari laptop ultra-ringkas dengan bezel layar tipis, laptop layar ganda, hingga laptop berperforma tinggi yang khusus dirancang untuk para konten kreator dan gamer.

 

Di industri gaming, ASUS juga telah menjadi merek gaming nomor 1 di Indonesia dengan ekosistem terbesar selama satu dekade terakhir. Berdasarkan data, jumlah total aktivasi laptop gaming ASUS ROG berbasis NVIDIA® GeForce RTX™ 50 series telah mencapai lebih dari 50% untuk pasar Indonesia. Artinya, antusiasme produk laptop gaming ASUS ROG didominasi pada laptop RTX™ 50 series, dan ASUS ROG menjawab kebutuhan serta minat para gamers di Indonesia untuk inovasi terbaru ini.


Bersama blogger Jatim, Cak Kaji sebagian besar Kompasianer
 

Untuk segmen komersial, tahun 2025 ASUS berhasil mengatasi pertumbuhan negatif yang terjadi di seluruh industri PC commercial dunia. Di Indonesia sendiri, ASUS sukses meraih pertumbuhan 117% Year on Year dan sampai kuartal kedua 2026, berada di posisi 2 di industri PC B2B.


Sungguh pertemuan bergizi pada siang yang sejuk di Surabaya. Cak Kaji dan Bloger Jatim lain makin mantap untuk memacu kreativitas dan produktivitas karena ASUS terus mendampingi perjalanan dalam meraih impian serta jangkauan cita-cita, baik profesional maupun personal. ExpertBook P5 G2 besutan ASUS solusinya!

 

William Kamkwamba was born in August 1987 in Kasungu, Malawi, a small landlocked country in southeastern Africa. He grew up on a family farm where his parents grew maize. In 2001, when William was fourteen years old, a severe drought hit his country. Because of the bad harvest, his family could no longer afford the fee for his secondary school, so he was forced to drop out.


Despite leaving school, William refused to give up on his education. Instead of staying idle, he started visiting his local primary school library regularly. Although he knew only basic English at the time, he used dictionaries to read books about science and technology. One afternoon, he came across an American textbook titled Using Energy. The book explained how generators and windmills could produce electricity from wind.


Determined to light up his village, William decided to build his own windmill. Because he had no money to buy materials, he searched through local junkyards for scrap metal, old bicycle parts, tractor fans, and plastic pipes. Many people in his village laughed at him and thought he had gone crazy.


However, William kept working on his project step by step. After weeks of hard work, he successfully assembled a working 5-meter-tall windmill. When a strong gust of wind blew across the yard, the wooden blades rotated, and a small light bulb connected to the generator flickered on. The villagers, who had previously doubted him, gathered around in amazement. Soon, his invention was charging mobile phones and powering radio sets for his entire neighborhood.


Eventually, news of William’s achievement spread beyond his small village. In 2007, he was invited to speak at a prestigious TED conference, where his story inspired people from all around the world. William later earned a degree from Dartmouth College in the United States and wrote a best-selling memoir about his journey. Today, his story serves as a reminder that creativity and persistence can overcome even the hardest challenges.


Now, answer these questions correctly.


1. What is the main purpose of the text?

A. To persuade readers to build windmills in rural areas

B. To retell the significant life events of William Kamkwamba

C. To explain the scientific process of converting wind into electricity

D. To entertain readers with a fictional story about an African village

E. To describe the physical geographical conditions of Kasungu, Malawi


2. In which paragraph do we find the Orientation of the recount text, and what information does it provide?

A. Paragraph 1; it introduces the main character, setting, and background problem.

B. Paragraph 2; it highlights William's self-directed study habits in the local library.

C. Paragraph 3; it details the specific materials collected from local junkyards.

D. Paragraph 4; it describes the climax when the light bulb flickered on.

E. Paragraph 5; it provides a final evaluation of William’s global achievements



3. What is the main function of the Re-orientation in Paragraph 5?

A. To list the step-by-step materials needed to build a windmill

B. To present an argument against dropping out of school

C. To provide a concluding summary of William’s outcome and a final remark

D. To describe the reaction of the villagers when the light flickered on

E. To introduce new characters who helped William study at Dartmouth College

 

4. Consider the sentence below from Paragraph 1:

"In 2001, when William was fourteen years old, a severe drought hit his country."

Why did the writer use the Simple Past tense (hit) here?

A. To show an action that is still happening right now

B. To describe an action that completed at a specific point in the past

C. To describe a habit William had when he was young

D. To show an action that was interrupted by another event

E. To indicate an action occurring prior to another past event


5. Look at the past perfect tense used in Paragraph 4:

"The villagers, who had previously doubted him, gathered around in amazement."

Why is the Past Perfect tense (had doubted) used instead of the Simple Past (doubted)?

A. Because the doubting happened after the villagers gathered around

B. Because the doubting happened at the same time as the villagers gathered

C. Because the doubting happened before another past action (gathering around)

D. Because the villagers are still doubting William today

E. To emphasize an action that will continue into the future


6. Which word from Paragraph 1 is a synonym for a period of time with no rain that causes water shortages?

A. Harvest

B. Maize

C. Drought

D. Fee

E. Landlocked


7. In Paragraph 3, what does the word "scrap" in "scrap metal" mean?

A. Brand new and expensive

B. Discarded or unused leftover pieces

C. Soft and easy to bend

D. Imported from another country

E. Rare and highly valuable


8. Which of the following words functions as a chronological time connector used to show the transition to the final outcome in the story?

A. Although

B. Because

C. Eventually

D. Instead

E. Despite


9. Which sequence correctly orders the Series of Events in William’s story?

A. Built windmill --> Left school --> Read library books --> Spoke at TED conference

B. Left school --> Read library books --> Built windmill --> Spoke at TED conference

C. Read library books --> Left school --> Spoke at TED conference --> Built windmill

D. Left school --> Spoke at TED conference --> Built windmill --> Read library books

E. Built windmill --> Visited local library --> Left school --> Earned a college degree


10. What character value is most clearly demonstrated by William in the Series of Events?

A. Hospitality and politeness

B. Self-reliance and critical thinking

C. Environmental obedience and compliance

D. Competition and rivalry

E. Mutual cooperation